Kamis, 05 September 2013

IMAN MENGALAHKAN PERSOALAN SEBESAR APA PUN

Bacaan Alkitab: 1 Yohanes 5:1-5

"Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?" 1 Yohanes 5:5


Dari 12 orang pengintai yang diutus Musa untuk mengintai tanah Kanaan, 10 orang di antaranya membawa kabar buruk. Kata mereka,"Negeri yang telah kamu lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami."(Bilangan 13:32-33). Mereka sangat pesimis bisa masuk ke Kanaan! Adalah mustahil untuk bisa mengalahkan 'raksasa-raksasa', pikirnya. Tetapi Kaleb berkata,"Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebabkita pasti akan mengalahkannya."(Bilangan 13:30).

Apa yang timbul di pikiran jika mendengar kata 'raksasa'? Yangkita bayangkan sosok makhluk tinggi besar dan sangat menakutkan! Ketika harus menghadapi Goliat, pahlawan bangsa Filistin yang tingginya enam jengkal, raja Saul dan rakyatnya mengalami ketakutan yang luar bisa. Tetapi Daud, orang muda yang disertai Tuhan itu berkata,"Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu."(1 Samuel 17:32).

Raksasa berbicara tentang masalah dan pergumulan yang sedang kita hadapi. Seringkali kita pun menjadi takut, tawar hati dan putus asa oleh karena permasalahan yang ada dan masalah itu sepertinya sulit terselesaikan, bak raksasa yang siap menerkam kita.
 
Bagaimana supaya kita menang terhadap raksasa?
 
1.Tahu siapa Tuhan itu bagi kita. Pengenalan akan Tuhan secara benar akan menjadi kunci penting bagi kemenangan setiap orang percaya. Daud berkata,"Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji Tuhan adalah murni;
Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya."(Mazmur 18:31).


2.Tahu siapa kita di dalam Tuhan. Tertulis:"...dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telahmengasihi kita."(Roma 8:37). Oleh karena itu"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."(Filipi 4:13).

Tak perlu takut menghadapi persoalan yang ada karena kita memiliki Tuhan yang berkuasa dan di dalam Dia kita lebih dari pemenang, dan bersama Yesus kita dapat melakukan perkara yang besar!

BUANG SEGALA AKAR PAHIT

Bacaan Alkitab:Ibrani 12:12-15

"Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang."  (Ibrani 12:15)

Apakah Saudara dapat bersukacita ketika hati Saudara dipenuhi oleh kepahitan?  Tentu tidak!  Kepahitan hanya akan merusak suasana hati kita;  sukacita sirna dan beban hidup serasa makin berat.  Namun Tuhan Yesus berkata,  "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."  (Matius 11:28).  Bila saat ini kita sedang berbeban berat biarlah kita tidak menanggungnya sendiri tetapi kita serahkan kepada Tuhan, karena bagi Dia tidak ada yang mustahil. Kalau kita membiarkan diri hanyut dalam permasalahan yang ada, lalu kepahitan menguasai hati kita, apakah kita bisa menjadi kesaksian bagi orang-orang yang berada di sekitar kita?

Perlakuan yang tidak baik, tindakan semena-mena, merendahkan, memfitnah, menyakiti, melontarkan kata-kata kotor dan sebagainya seringkali menyebabkan seseorang mengalami kepahitan.  Tidak adanya pengampunan atau karena adanya iri hati dalam diri kita juga menyebabkan kita makin terbelenggu oleh kepahitan. 

Kalau kita mampu menyikapi setiap masalah dengan benar kita tidak akan masuk dalam kepahitan.  Orang yang hidup dalam kepahitan mustahil dapat berdoa.  Kepahitan juga semakin membuat orang menjadi tawanan dosa.  Kepahitan itu identik dengan ikatan kejahatan, karena jika kita biarkan kita akan menjadi tawanan  dosa. Kejahatan, kebencian dan dendam hanya akan menjadi penghalang berkat Tuhan dicurahkan. 

Sampai saat ini masih banyak orang Kristen yang sulit sekali mengampuni orang lain, hatinya masih dipenuhi oleh rasa sakit hati, kepahitan, dendam.  Bukankah hal ini menunjukkan bahwa kita belum bertobat dengan sungguh?  Petobat sejati pasti menghasilkan buah-buah sesuai dengan pertobatannya  (baca  Mat 3:8).  Adapun buah-buah itu adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri  (baca  Galatia 5:22-23).  Mengampuni bukan berarti kalah, justru merupakan jalan menuju kemenangan untuk meraih berkat-berkat Tuhan.  Jadi  "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!"  (Roma 12:21). 
Maka, percayalah bahwa orang benar tidak akan ditinggalkan oleh Tuhan,  sebab Ia  "TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;"  (Mazmur37:23).

Kepahitan adalah senjata yang digunakan Iblis untuk menghancurkan kehidupan kita!